Selasa, 26 Maret 2013

OPERATOR ARITMATIKA



Operator Aritmatik

Dalam bahasa pemrograman secara umum, operator digunakan untuk
memanipulasi atau melakukan proses perhitungan pada suatu nilai. Ada beberapa
macam operator yang bisa digunakan, diantaranya adalah operator aritmatik, operator
penggabungan string dan operator logika.

Untuk operator penggabungan string, sudah pernah kita gunakan di Bab IV yaitu
menggunakan tanda dot (.). Operator logika akan kita bahas pada bab berikutnya karena
sering digunakan pada statement kontrol. Fokus kita sekarang adalah pada operator
aritmatik.
Operator
+
-
*
/
%

Makna
Penjumlahan
Pengurangan
Perkalian
Pembagian
Modulus/sisa hasil bagi

Contoh
2+4
6-2
5*3
15 / 3
43 % 10

Operator aritmatik digunakan untuk operasi perhitungan yang melibatkan nilai berupa
bilangan. Namun bisa pula diberikan pada string, namun string yang berupa bilangan.
Contoh script:

<?php
$penjumlahan = 2 + 4;
$pengurangan = 6 - 2;
$perkalian = 5 * 3;
$pembagian = 15 / 3;
$modulus = 5 % 2;

echo "Hasil: 2 + 4 = " . $penjumlahan."<br>";
echo "Hasil: 6 - 2 = " . $pengurangan."<br>";
echo "Hasil: 5 * 3 = " . $perkalian."<br>";
echo "Hasil: 15 / 3 = " . $pembagian."<br>";
echo "Hasil: 5 % 2 = " . $modulus;
?>

Tingkat Presedensi

Harap hati-hati dalam menggunakan operator aritmatik, terutama jika kita
menggunakan lebih dari satu operator yang berbeda dalam satu statement perhitungan,
sebagai contoh script berikut ini:

<?php

$a = 3 + 4 * 5 – 6;
echo $a;

?>

Apabila script di atas dijalankan, maka hasil yang muncul bukan 29, tapi 17. Mengapa
demikian? Ya… karena operasi aritmatik yang dikerjakan terlebih dahulu adalah
perkalian (*). Mengapa? Perkalian memiliki tingkat presedensi yang lebih tinggi daripada
+ dan -. Setelah perkalian dikerjakan, trus… yang dikerjakan operasi yang mana lagi? +.
* atau -. Keduanya, + dan -, memiliki tingkat presedensi yang sama. Nah… kalo demikian,
maka yang dikerjakan lebih dahulu adalah yang terletak di bagian yang lebih kiri, yaitu +.

Bagaimana dengan operator pembagian (/)? Operator ini memiliki tingkat presedensi
yang sama dengan (*). Keduanya memiliki tingkat presedensi yang lebih tinggi daripada
+ dan -. Sedangkan operator modulo (%) levelnya juga sama dengan * dan /.

Trus… dari script di atas, misalkan kita ingin yang dikerjakan adalah yang penjumlahan
terlebih dulu bagaimana caranya? Ya… seperti dalam pelajaran matematika di SD, kita
berikan tanda kurung.

<?php

$a = (3 + 4) * 5 – 6;
echo $a;

?>

Paham ya… ???
*sekiat tutorial yang bisa ratna berikan untuk teman-teman semoga bermanfaat,oiya tutorial ini ratna dapet dari Rosihan Ari Yuana,semoga bermanfaat  *

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar